Cara Mengendalikan Makan Banyak Supaya Tidak Gemuk

Cara Mengendalikan Makan Banya Supaya Tidak Gemuk –┬áStres dapat mempengaruhi nafsu makan kita dalam beberapa cara. jangka pendek stres dapat menghambat nafsu makan kita, tetapi dalam jangka panjang, terlalu banyak stres dapat meningkatkan itu, memicu mengidam makanan, dan menyebabkan kenaikan berat badan.

Menggunakan model tikus, penelitian baru meneliti ilmu saraf di belakang makan stres, dengan fokus pada amigdala otak. Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan di Tonegawa Lab di Cambridge, MA. Laboratorium, yang dipimpin oleh Susumu Tonegawa, berafiliasi dengan RIKEN-MIT Center for Neural Circuit Genetika – upaya kolaborasi antara RIKEN Jepang dan Massachusetts Institute of Technology.

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Neuron.

Fungsi dari amigdala otak

Amigdala – sebuah, daerah berbentuk almond kecil – adalah pusat kendali emosi otak. Struktur amigdala koordinat emosi, perilaku, dan motivasi, dan sangat penting untuk kemampuan seseorang untuk memproses emosi mereka sendiri, serta mengakui mereka pada orang lain.

Emosi terutama dikendalikan oleh amigdala tampaknya memiliki banyak hubungannya dengan kelangsungan hidup. amigdala menghasilkan “melawan-atau-penerbangan” respon ketika kita dihadapkan dengan bahaya, tetapi juga dapat memicu respons emosional lain ketika kita dihadapkan dengan anak-anak tak berdaya, pasangan seksual potensial, atau makanan.

Selain itu, amigdala terlibat dalam memori. Struktur kecil menggabungkan masukan dari berbagai daerah, menggabungkan perasaan dengan memori untuk membuat kenangan yang menyenangkan dari reward atau kenangan yang tidak menyenangkan dari peristiwa traumatis.

Penelitian baru oleh Tonegawa dan rekan menunjukkan bahwa dua jalur berlawanan di amigdala berfungsi untuk mendorong dan menekan nafsu makan, serta menciptakan respon takut-memicu rangsangan.

Tonegawa dan tim baru-baru ini melakukan penelitian lain di mana mereka mengidentifikasi neuron dalam amigdala yang terhubung dengan kenangan positif dan negatif.

Para peneliti mampu melihat bahwa amigdala mengontrol respon terhadap rangsangan positif dan negatif dalam “cara push-pull.”

Untuk penelitian baru ini, para ilmuwan menggunakan optogenetics untuk mempelajari interaksi antara tujuh jenis genetik yang berbeda dari neuron dalam amigdala pusat, dan mengidentifikasi sirkuit saraf yang berjalan di daerah basolateral dan pusat amigdala.

Optogenetics adalah teknik di mana sel-sel yang dimodifikasi secara genetik untuk peka terhadap cahaya dari frekuensi tertentu. Teknik ini memungkinkan peneliti untuk mengikuti perilaku sel-sel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profesional Review Agen Situs Judi Online Terpercaya Dan Terbaik Indonesia Frontier Theme
error: Content is protected !!